Keputusan kecil

Keputusan Kecil

Saya adalah Ketua Rohis SMA Negeri 4 OKI periode 2017-2018, akan tetapi sebelum menjabat sebagai ketua, saya salah satu orang Pembenci Rohis. Sebelumnya saya berpikir bahwa Rohis merupakan organisasi yang tidak menarik, terlalu banyak aturan seperti tidak diizinkan berpacaran, tidak diizinkan bersalaman, dan lain-lain. Seluruh pikiran negatif berubah ketika saya menerima mandat menjadi Ketua Rohis di SMA Negeri 4 OKI, dahulu familiar dengan SMA Negeri 1 Pedamaran.

Berawal dari rasa penasaran membawa saya ke dalam organisasi Rohis, pertanyaan seperti Apa saja kegiatan Rohis? Apa yang dibahas dalam organisasi Rohis? Mengapa banyak orang tertarik bergabung dalam organisasi Rohis? Akibat tidak mendapatkan jawaban sesuai harapan, maka saya putuskan untuk mencoba kegiatan organisasi atau kegiatan akademik lain. Kemudian pada tanggal 21 Mei 2017, saya mengambil sebuah keputusan kecil yang memberi dampak besar atas pengalaman masa Sekolah Menengah Atas. Pengalaman yang merubah cara pandang saya terhadap Organisasi Rohis yang awalnya tidak suka menjadi suka, berawal dari ‘ingin mencoba pengalaman di Rohis’ kemudian berubah haluan menjadi ‘Pemimpin organisasi Rohis’.

Pengalaman memimpin Rohis selama satu tahun,

memberikan perubahan dalam proses pendewasaan pola pikir, pola rasa dan pola waktu yang lebih baik. Hal ini sangat tercermin dalam kehidupan sehari-hari saya seperti tumbuhnya rasa percaya diri dalam berbicara didepan umum, kemampuan memimpin rapat, dan pengalaman tidak mudah menyerah dalam situasi terburuk. Dibalik keberhasilan tersebut ada perjuangan, rasa sakit, kecewa, marah dan frustasi akan kondisi yang harus dihadapi ketika memimpin Rohis.

Saya hanya berkeyakinan bahwa segala sesuatunya telah menjadi takdir dari Allah Ta’ala, untuk skenario menunjukkan jalan dakwah. Sebab, Rohis dan semua organisasi dakwah sejatinya bukan tujuan ia hanyalah wasilah untuk menegakkan nilai-nilai Islam di sekitarnya.

PENGALAMAN mENGIKUTI fORUM LINGKAR PENA.

Pandemi merupakan awal mula perkenalan dengan Forum Lingkar Pena (FLP) Ranting UIN Raden Fatah Palembang, sebuah keputusan kecil yang berdampak besar terkait hobi menulis yang telah ada semenjak Sekolah Menengah Atas. Keputusan kecil yang berakibat tumbuh rasa cinta akan dunia kepenulisan. Dengan menulis, saya bisa menyuarakan apa yang tak sanggup saya sampaikan lewat ucapan. Menulis sebagai media melepaskan semua emosi seperti marah, kecewa, bahagia, sedih dan lainnya kedalam karya tulis. Bergabung dengan Forum Lingkar Pena (FLP) merupakan penuntas rasa penasaran saya akan organisasi yang berfokus pada karya tulis. Alhasil, saya lebih berani dan percaya diri ketika mempublikasikan tulisan saya melalui Facebook, Instagram, Wattpad dan lain-lain. Padahal sebelum bergabung Forum Lingkar Pena (FLP), hampir semua tulisan saya hanya berakhir di buku harian saja.

Saya juga terinspirasi atas cerita pribadi, sehingga menjadikan saya mulai rajin mempublikasikan tulisan saya di media sosial, hal ini dikarenakan saya belajar berani mengambil keputusan kecil. Saya merupakan pengguna akun facebook yang aktif kemudian saya rajin membaca tulisan karya Ustadz Satria Hadi Lubis, dikarenakan beliau konsisten mempublikasikan tulisannya dan saya gemar membaca karyanya. Hal ini membuat saya berfikir dan bertanya, ‘kenapa saya tidak coba menulis juga di media sosial atau aplikasi lain?’, barangkali tulisan saya akan berisi konten lucu, dan lain-lain. Kemudian hal tersebut, semakin menambah rasa percaya diri untuk konsisten menulis dan dipublikasikan ke media sosial karena saya memiliki “Ustadz Satria Hadi Lubis” sebagai salah satu inspirasi saya dalam menulis.

Dari beberapa kisah di atas, maka saya mengambil hikmah bahwa takdir seringkali terlihat lucu dan cenderung tidak bisa kita tebak ujungnya seperti apa. Saya yang awalnya hanya ingin sekolah di SMA, malah menjadi aktivis sekolah. Kemudian pada awalnya penasaran dengan FLP, kemudian berperan aktif di komunitas kepenulisan. Sekali lagi, takdir terkadang unik. Dia tidak bertanya ketika kita lagi senang, sedih, bahagia atau kecewa. Akan tetapi dia datang membawa seribu kejutan. Yang terjadi, maka terjadilah. Tugas kita berusaha Allah yang menentukan segalanya.

Berawal dari keputusan kecil, akan tetapi atas Kuasa Allah Ta’ala mengubah hal tersebut menjadi passion,  bagian hidup dan wasilah berjuang menyebar kebaikan, mencegah kemungkaran. Hal terhebat saya rasakan adalah “kegemaran yang dibayar / menghasilkan uang”. Setelah beberapa kejadian di atas, saya menjadi penasaran “keputusan kecil” apalagi yang akan saya buat dan membawa saya ke pelabuhan takdir selanjutnya. Tentu hanya Allah Ta’ala yang tahu. Di samping itu, saya sekarang juga berpikir bahwa keputusan apa pun yang diambil walaupun dianggap bersifat kecil, yakinlah itu akan berefek domino dalam kehidupan kita sehari-sehari. Maka dari itu, berpikir sebelum bertindak harus dilakukan. Saya sangat bersyukur setiap keputusan kecil membawa dampak positif, apabila berdampak negatif tentu sangat menyakitkan dan merugikan.

(Yoga, Padamaran-Oktober 2022)

 

Editor: RNR, Jakarta 2022

Tentang IBC

Selamat datang, teman cerita.

Kami persembahkan wadah berbagi cerita, bermuara dari pengalaman hidup, mimpi dan wawasan serta ilmu pengetahuan sebagai kontribusi sajian terbaik untuk Indonesia.